Katekese

APP 2013 (Pert. II): Menghargai Kerja

Pertemuan kali ini merupakan bagian penting dalam memahami gagasan pokok APP 2013. Dalam pertemuan ini, ada beberapa unsur penting yang dipertanyakan. Di antaranya:

  1. Bagaimana sikap anda dalam bekerja?
  2. Sejauh mana anda menghargai pekerjaan anda?
  3. Bagaimana anda melihat sebuah kerja dalam kaitannya dengan panggilan?
Berbicara masalah kerja, ada kecenderungan kita untuk bersharing tentang kesuksesan dalam bekerja, suka duka dalam bekerja, kegagalan dan efek dari kerja dan banyak lagi. Pada saat bersamaan, ketika orang mulai berbicara tentang pekerjaan yang sukses dan berhasil, ada di antara kita yang merasa tidak punya pekerjaan dan tidak merasa sebagai bagian dari pertemuan yang sedang berlangsung. Alasan utama, mereka tidak punya pekerjaan yang terpandang sehingga tidak ada bahan untuk disharingkan dan menimba kekuatan.
Beberapa sharing berikut bisa digunakan sebagai perbandingan:
Kami ini bekerja sebagai pegawai negeri. Kami punya atasan yang harus dipatuhi. Ketika kami menjadi orang yang suka membantah dengan alasan KEBENARAN, kami akan dipindahtugaskan, golongan kami tidak akan naik, bahkan kami bisa ditempatkan jauh dari keluarga. Seandainya kami patuh pada perintah atasan saja, ada kalanya perintah ini bertentangan dengan hati nurani kami sebagai umat Kristiani.
Kami ini bekerja sebagai karyawan swasta. Perusahaan tempat kami bekerja menerapkan disiplin kerja. Kadang-kadang, kami tidak cukup waktu untuk keluarga bahkan untuk Tuhan karena kami kerja full time. Siapa yang disiplin dalam bekerja, diberi penghargaan karena termasuk menghargai pekerjaan.
Tujuan kami bekerja agar kami bisa makan dan memenuhi kebutuhan keluarga. Apa pun kami akan kerjakan demi mendapatkan sesuap nasi. Oleh karena itu kami tidak segan-segan untuk menghabiskan seluruh waktu kami demi mendapatkan uang. Dan kami pikir kita semua tidak ada yang tidak suka terhadap uang. 
Kami pernah mengalami kekecewaan dalam bekerja. Kami tidak dihargai, padahal kami sudah mengerjakan sesuai dengan kemampuan kami. Pernah kami bekerja tapi tidak dibayar sama sekali. Juga pernah bekerja tapi orang lain yang menerima upahnya, kami dapat capeknya saja. Bagaimana lagi kami menghargai pekerjaan yang membuat kami menderita berkepanjangan.
Beberapa sharing di atas memberi gambaran kepada kita bagaimana pandangan kita secara umum tentang kerja. Tema APP 2012-2013 adalah MEWUJUDKAN HIDUP SEJAHTERA. Itu berarti, tema yang kita dalami pada tahun ini ada hubungannya dengan tema yang kita dalami tahun 2012 yang lalu yakni: PANGGILAN DAN TANGGUNG JAWAB. Kalau kita menghubungkan dengan tema tersebut, berarti pekerjaan sangat erat kaitannya dengan panggilan. Setiap orang dipanggil sesuai dengan kemampuan masing-masing. Atas dasar panggilan itu pula orang mengaktualisasikan dirinya dalam pekerjaan sesuai dengan panggilan masing-masing. KETIKA ORANG MEMANDANG PEKERJAAN HANYA SEBATAS PEKERJAAN, di sana akan terdapat kekecewaan, kesusahan dan kesulitan dalam bekerja. Di sana tidak dapat ditemukan kebahagiaan dalam bekerja. Yang ada hanyalah beban semata. Tetapi, KETIKA KERJA DIPAHAMI SEBAGAI SEBUAH PANGGILAN, kesulitan dan tekanan dalam bekerja dapat diatasi dengan cara menikamti segala kesulitan dan tekanan itu sebagai bagian dari pekerjaan. Sikap bersungut-sungut tidak ada disana.
Tidak ada dosa dalam pekerjaan, karena pekerjaan itu semua baik dari dirinya sendiri dan merupakan bagian dari panggilan. Istilah dosa akan lahir kemudian setelah kita melihat akibat dari pekerjaan itu. Oleh karena itu, sebaiknya, sebuah pekerjaan dilihat dari akibatnya lebih dahulu, barulah melihat pekerjaan itu sendiri. Semoga bermanfaat.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Most Popular

To Top