Katekese

BKSN 2017 (I): Arus Zaman Teknologi dan Nilai-Nilai Injil [Kej. 11:1-9]

Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana.[ref] Definisi sederhana ini menunjukkan bahwa pada dirinya sendiri, teknologi sangat bermanfaat bagi manusia dalam mengembangkan dirinya.

Menurut Spranger, nilai adalah suatu tatanan yang dijadikan panduan oleh individu untuk menimbang dan memilih alternatif keputusan dalam situasi sosial tertentu. Nilai-nilai Injil adalah tatanan yang terkandung dalam Injil yang dijadikan panduan oleh individu untuk membuat keputusan. Tatanan yang terkandung dalam Injil dijadikan panduan untuk menghidupi zaman teknologi yang semakin berkembang.

Salah satu teknologi yang menjadi sorotan utama dalam konteks arus zaman teknologi BKSN 2017 adalah teknologi informasi yang dapat diakses melalui teknologi elektronik yang lebih dikenal dengan istilah gadget. Dua teknologi ini saling mendukung. Informasi hampir dapat diakses kapan saja dan di mana saja berkat kehadiran teknologi gadget yang semakin hari semakin inovatif. Dan seperti telah dijelaskan sebelumnya, perkembangan teknologi ini memiliki dampak ganda, yang dapat kita sebutkan sebagai berikut:

Dampak Positif

Pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien. Di samping itu, informasi dan perkembangan teknologi meningkatkan kehidupan sosial, ekonomi, budaya dan pendidikan. Penyebaran informasi terjadi begitu cepat sehingga respon yang diharapkan dapat segera diterima.

Dampak Negatif

Banyak dirasakan dampak negatif dalam bidang moral, sosial, budaya, politik dan ekonomi. Secara konkrit, semakin banyak melahirkan persoalan dalam aspek komunikasi dan relasi di dalam keluarga, gereja dan masyarakat.

Pencegahan Penyalahgunaan

Bacaan tentang kisah menara Babel menjadi nasehat untuk kita semua. Ketika manusia memanfaatkan teknologi dan kemudian menjadi sombong, melupakan siapa yang memampukan dan lupa untuk bersyukur, inilah yang pada umumnya membawa kehancuran. Kisah menara babel sangat jelas maksudnya dalam kaitan dengan teknologi. Teknologi dibuat oleh manusia dan untuk manusia. Apabila kemudian, manusia mengabdi kepada teknologi dan menjadi hamba teknologi, bahkan mendewakan teknologi, ini merupakan tindakan yang salah di era teknologi.

Apakah menggunakan teknologi dilarang? Sama sekali tidak ada larangan. Hanya saja, perlu dipikirkan dan direnungkan kembali. Ketika televisi berfungsi menjadi tabernakel, mobile phone menjadi pengganti rosario, ini berarti telah terjadi pergeseran nilai spiritual yang selama ini kita miliki. Oleh karena itu dibeberapa Gereja di Indonesia sudah memasang himbauan-himbauan dalam bentuk spanduk, banner dengan anjuran yang bervariasi. Contoh: 1 Jam saja untuk Tuhn. Ini sering ditemukan di gereja-gereja yang mengharapkan umatnya tidak menggunakan handphone selama perayaan berlangsung.

Inti dari cara mencegah penyalahgunaan adalah dengan mengenal, memahami dan mengerti fungsi dan kegunaan dari teknologi itu sendiri. Ini berhubungan dengan teknologi elektronik yang menjajikan segala kepuasan.

Selanjutnya, teknologi informasi yang juga tidak kalah berkembangnya dapat menghancurkan suatu tatanan kehidupan. Dari media cetak ke media online telah banyak menggeser nilai-nilai peradaban kita. Penyebaran isu yang tidak benar, pencemaran nama baik, pelecehan dan berbagai hal negatif lainnya dapat kita temukan dalam teknologi informasi. Bahkan pencitraan pun dapat dilakukan melalui teknologi informasi.

Bila tidak hati-hati, kita akan terhasut dan akhirnya salah mengambil keputusan. Karenanya, kembali lagi pada tiga pola di atas, yakni: kenali, pahami dan mengerti tentang sumber informsi, tujuan informasi dan manfaat dari sebuah informasi.

Solusi akhir adalah teknologi apapun tidak pernah mampu menggantikan posisi Dia yang empunya segalanya. Teknologi bisa dibeli dan bisa dibuang. Tapi Dia yang telah lebih dulu ada, tak dapat dibeli dan tak dapat dibuang. Semakin dijauhi, Dia semakin dekat untuk memberi peringatan dan penyadaran dengan caranya sendiri. Pilihlah untuk mendewakan Dia yang tidak pernah menjauh daripadamu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Most Popular

To Top