Katekese

BKSN 2017: Kabar Gembira Di Tengah Gaya Hidup Modern

Sepanjang bulan September 2017 kita akan merenungkan dan mendalami tema Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN): “Kabar Gembira Di Tengah Gaya Hidup Modern“. Tema ini mengajak kita untuk merenungkan realitas arus zaman modern yang mempengaruhi pola hidup dan relasi manusia serta dimensi kehidupannya seperti iman, moral, sosial dan budaya. Hal yang paling konkrit dari perkembangan zaman adalah perkembangan dan perubahan teknologi dan informasi yang melesat begitu cepat. Kemudahan dan kecepatan perubahan itu menjadikan dunia bagaikan satu desa kecil. Itulah sebabnya, Gereja dianjurkan untuk menggemakan Sabda Allah melalui media-media komunikasi seperti media cetak dan yang paling mutakhir adalah internet.

Harus diakui bahwa arus perubahan zaman dengan ciri penggunaan media-media komunikasi modern dan canggih memang berdampak ganda yakni positif dan negatif. Paus Fransiskus dalam himbauan apostoliknya Evangelii Gaudium, Sukacita Injil, secara khusus mengingatkan kita masalah-masalah yang menggerogoti dunia dewasa ini yakni konsumerisme, hedonisme, individualisme, materialisme dan fundamentalisme agama. Berhadapan dengan aneka bahaya ini, Paus Fransiskus mengajak kita mawas diri dan tekun berusaha untuk menanggapinya dengan bijak dan efektif.

Menanggapi tantangan seperti itu dan menindaklanjuti himbauan apostolik Paus Fransiskus, BKSN 2017 mencoba merenungkan dan mandalaminya secara lebih serius. Oleh sebab itu, ada empat sub tema pertemuan. Pertama, arus zaman teknologi dan nilai-nilai Injili dalam kisah menara Babel (Kej. 11:1-9). Kedua, arus zaman materialisme dan nilai-nilai Injili dalam perumpamaan orang kaya yang bodoh (Luk. 12:13-21), Ketiga, arus zaman individualisme dan nilai-nilai Injili dalam kisah cara hidup jemaat perdana (Kis. 2:41-47), Keempat, arus zaman hedonisme dan nilai-nilai Injili dalam nasihat Yakobus tentang hikmat dan hawa nafsu (Yak. 3:14-4:3). Melalui keempat sub tema ini diharapkan umat kristiani khususnya umat Keuskupan Palangka Raya tidak terseret dan terhanyut oleh arus zaman modern. Dengan merenungkan tema-tema ini, kita diharapkan semakin setia menggegam dan berpegang erat pada nilai-nilai Injili.

Komisi Kitab Suci Keuskupan Palangka Raya
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top