Januari 2017

Datang Kepada Yesus, Kita Sadar Keadaan Kita

10 Januari 2017: Gregerius Bussa Guilielmus Bituricensis

Bacaan I: Ibr. 2:5-12;
Mazmur Tanggapan: Mzm. 8:2a,5, 6-7, 8-9;
Injil: Mrk. 1:21b-28.
Bacaan Offisi: Rm 1:18-32

“Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.”

Kutipan di atas merupakan ungkapan yang dijiwai dengan rasa heran luar biasa. Pengakuan tersebut datang setelah membuka mata untuk melihat, membuka telinga untuk mendengar dan membuka hati untuk disirami dengan Sabda Allah. Pernyataan yang dijiwai oleh iman ini terjadi dalam peristiwa di mana Yesus mengusir roh jahat dalam diri orang yang kerasukan.

Mengapa orang yang kerasukan roh jahat datang dan mendengarkan Yesus? Keadaan kerasukan sesungguhnya tidak disadari oleh mereka sebelumnya. Keadaan kerasukan barulah diketahui dan disadari setelah pertemuan dengan Yesus. Maka, Injil hari ini mengajak kita untuk selalu bertemu Yesus. Dengan demikian, segala yang tersembunyi di bawah alam sadar kita sekalipun, disingkapkan dan diperlihatkan dengan jelas oleh Yesus dengan siraman Sabda Allah.

Refleksi

Apa pun keadaan yang kita alami jarang kita sadari sebagai baik atau buruk. Sebagai manusia, kita selalu menganggap bahwa kita sedang baik-baik saja. Tidak ada cacat cela yang sedang terjadi pada kita. Cacat cela yang dimiliki oleh orang lain justru menjadi lebih jelas untuk kita lihat.

Cacat cela yang kita miliki hanya mampu kita sadari dalam pertemuan dengan Yesus. Oleh karena itu, pertemuan dengan Yesus sangat penting karena segala sesuatu yang jahat dalam diri kita akan diusir oleh-Nya.

Lebih baik menemui kesulitan karena berbagai cobaan dan ribuan kepalsuan, daripada harus menolak mati-matian setitik kebenaran. (Horace Greeley)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top