Katekese

Imam: Antara Tahbisan dan Pribadi

Ini adalah bunyi SMS seorang bapak yang bertanya kepada saya. Bunyinya sebagai berikut:

Hari ini saya tidak ke Gereja. Saya tidak suka mendengar nasehat Pastor yang hari ini merayakan perayaan Ekaristi. Tidak dosakan?

Saya pun membalas seperti ini:

Aduh, maaf pak. Koq ditanya pada saya. Saya juga bukan Pastor. Pun bukan kaum biarawan. Dan meskipun Pastor juga, saya tidak berani memberi vonis untuk menentukan bahwa ini dosa.

***
Terlepas dari jawaban singkat di atas, yang menentukan dosa atau bukan dosa tindakan seperti ini bukanlah orang lain. Pribadi yang bersangkutan sudah sangat mampu menjawab pertanyaan seperti ini. Dosa atau bukan dosa, tindakan seperti di atas jelas salah. Bila tidak senang dengan pastor, mengapa tidak mau datang menghadap Tuhan di rumah-Nya? Bukankah Pastor juga adalah tamu Tuhan yang berkunjung ke rumah-Nya.

Adalah sebuah ke-salah-paham-an yang terjadi di antara umat beriman di mana tidak dapat membedakan antara Imam sebagai Pribadi yang ditahbiskan dan Imam sebagai pribadi, yang juga adalah manusia biasa seperti umat lainnya. Dalam banyak hal, umat beriman diharapkan sanggup membedakan kedua hal ini. Kelemahan manusiawi itu tidak jauh dari pribadi seorang Imam yang telah ditahbiskan. Oleh karena itu, sebagai manusia, kita pun juga harus memahami bila Imam bertindak tidak sesuai dengan keinginan umat. Di sisi lain, meskipun Imam adalah manusia biasa seperti umat lainnya, Imam adalah orang yang terpilih dan terurapi. Tahbisan Imamat itulah yang kiranya tetap dipandang sebagai sebuah keistimewaan dari seorang Imam.

***
Sebagai solusi: Bila marah, kecewa, jengkel atau tidak bertegur sapa dengan seorang Imam, janganlah hal itu menjadi alasan yang membuat kita kecewa, marah dan tidak mau datang ke hadapan Tuhan.
Sebagai umat beriman yang baik, hiduplah sesuai dengan panggilan anda sebagai umat Allah yang baik. Demikian pula Imam, hidupilah pilihan hidup sebagai Imam itu sebagaimana mestinya. Baik umat, maupun Imam, bila setia pada panggilan masing-masing, kita percaya masalah seperti di atas tidak muncul. Semoga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Most Popular

To Top