Januari 2017

“Kami Telah Menemukan Mesias”

4 Januari 2017: Elisabeth Ana Bayley Seton, Angela dari Foligno

Bacaan I: 1Yoh. 3:7-10; 
Mazmur Tanggapan: Mzm. 98:1,7-8,9;
Injil: Yoh. 1:35-42
Bacaan Offisi: Kol 3:17-4:1

Pengakuan terhadap sebuah kebenaran adalah sangat penting. Sebuah pengakuan mengandaikan ada hati yang terbuka untuk menerima, ada telinga yang mau mendengarkan dan ada mata untuk melihat. Pengakuan terhadap kebenaran selalu terhambat oleh sikap tidak peduli. Oleh karena itu, kebenaran selalu tersembunyi bila mata, telinga dan hati manusia tidak digunakan untuk memahami dan mengerti tentang kebenaran.

Injil hari ini menyampaikan kepada kita tentang pengakuan atas kebenaran, yakni tentang Mesias. Pengakuan Andreas diawali dengan mendengarkan kabar dari Yohanes Pembapti, kemudian mencari Yesus. Setelah bertemu dengan Yesus, ia mengikuti dan mendengarkan semua apa yang disampaikan oleh Yesus. Setelah mendengarkan, dalam hatinya, ia semakin percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Kemudian ia mewartakannya kepada orang lain, yakni kepada Simon, dan mengajaknya untuk datang kepada Yesus pula.

Refleksi

Segala sesuatu bermula dari kesediaan. Kesediaan untuk mendengar dan menerima kabar. Percaya dan bersedia mencari tahu tentang kebenaran. Setelah yakin atas kebenaran, lahir keberanian untuk mengakui dan mewartakan kebenaran itu. Ini menjadi bagian penting yang menjadi permenungan kita hari ini.

Manusia, kadang terlalu cepat memberi kesaksian tanpa mengalami sesuatu. Kadang terlalu cepat mempengaruhi orang lain tanpa meyakini lebih dulu. Dan yang paling sering terjadi adalah manusia tidak mau tahu, tapi ingin menjadi sumber informasi.

Informasi yang tidak melalui verifikasi, check and recheck, umumnya lebih tepat dikatakan sebagai kabar burung.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top