Katekese

Komunitas Kristiani Komunitas Yang Berbagi

“Apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Pertanyaan inilah yang kiranya menjadi pembuka cakrawala pemikiran kita pada pertemuan IV Pendalaman APP 2011 ini. Dalam Lukas 18:18-27, Yesus menjawab seperti ini: “Masih tinggal satu lagi hal yang harus kaulakukan: juallah segala yang kau miliki, dan bagi-bagikan itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga. Kemudian datanglah kemari, dan ikutlah Aku.”

Ada saja diantara kita yang masih berpikir seperti orang muda kaya dalam Injil Lukas tersebut. Barangkali beberapa alasan berikut menjadi penyebabnya:

  • Sudah susah payah saya mencari nafkah, masa saya harus menjual semua dan memberikannya kepada orang lain secara cuma-cuma.
  • Apakah sesudah saya bagi-bagi kepada orang lain, saya tidak perlu makan lagi?
  • Jangan-jangan semua ini hanya meninabobokan kita saja. Benarkah ada kehidupan kekal itu?

Alasan-alasan di atas bisa saja menghantui pemikiran kita. Tetapi, bukanlah itu yang diharapkan Yesus dengan mengatakan hal di atas. Yesus bermaksud agar orang-orang Kristiani lebih mengutamakan
Dia, daripada berhala-berhala modern saat ini. Apa berhala-berhala modern kita saat ini? HP sudah menggantikan Rosario ditangan, Televisi sudah menggantikan Tabernakel, Waktu 1,5 Jam Misa setiap Minggu digantikan dengan mengerjakan hobby yang menyenangkan seperti facebookan, memancing, balapan, sepeda santai atau hal-hal lainnya yang tidak menjenuhkan. Daripada datang ke pendalaman iman, lebih baik duduk santai di kedai sambil main kartu.

Kalimat yang penting kita ingat dari kata-kata Yesus adalah kalimat terakhir kepada orang muda kaya itu: “….Kemudian datanglah ke mari, dan ikutlah Aku.” Kita semua diajak oleh Yesus untuk mengikuti Dia dengan berbagai cara yang cocok untuk kita.

Bila kita melihat kembali pertemuan-pertemuan Pendalaman APP sebelumnya, Ekaristi harus menjadi sumber kekuatan kita dalam menjalani semua tugas beriman kita terutama dalam hal berbagi. Melalui Ekaristi, partisipasi kita umat beriman dalam berbagi kepada sesama dituntut dan dipersatukan. Melalui Ekaristi, teladan Yesus yang nyata dalam solidaritas kepada kaum miskin dapat kita lihat. Melalui Ekaristi, model satu-satunya untuk berbagi bisa kita temukan. Derma, doa, hasil bumi, hasil usaha dapat dipersatukan dalam persembahan Kristus lewat Ekaristi dan kemudian akan diteruskan kepada orang-orang yang membutuhkannya. Meskipun secara tegas Yesus mengatakan: “Masih tinggal satu lagi hal yang harus kaulakukan: juallah segala yang kau miliki, dan bagi-bagikan itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga. Kemudian datanglah kemari, dan ikutlah Aku,” namun dalam praktek hidup kita saat ini kita mampu melakukan itu dalam kebersamaan yakni dalam Perayaan Ekaristi itu sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Most Popular

To Top