BKSN

Liturgi dan Ekologi

Ilustrasi dari jpicofmindonesia.com

“Saudara-saudaraku, marilah kita melihat alam sebagai saudara juga, karena dalam alam, kita dapat melihat kehadiran Allah Sang Pencipta”.[ref name=”Frans”]St. Fransiskus Assisi, Pelindung Ekologi[/ref]  Kurang lebih demikianlah ajakan St. Fransiskus dari Assisi kepada pengikut-pengikutnya untuk menghargai alam sebagai saudara. Sikap penghargaan terhadap lingkungan ini, St. Fransiskus Assisi, Pelindung Lingkungan Hidup, mengarang sebuah lagu “Gita Sang Surya” yang seluruh pesannya menempatkan alam, api, matahari, bulan, bintang, bahkan maut sebagai saudara. St. Fransiskus tidak menempatkannya sebagai sesuatu yang harus dilawan, harus ditaklukan, atau harus dilawan. [ref name=”Kapusin”]Ada baiknya anda membaca tulisan pada website Kapusin Propinsi Pontianak. Klik di sini.[/ref]

Bahan Pendalaman BLN 2011, pada sub-tema kedua, mengetengahkan tema Liturgi dan Ekologi. Setelah kita memahami banyak tentang Liturgi, pasti kita mampu melihat nilai-nilai liturgi itu dalam hubungannya dengan ekologi.  Kalau demikian, kita pun perlu mengetahui arti ekologi itu. Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya. Berasal dari kata Yunani oikos (“habitat”) dan logos (“ilmu”). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834 – 1914)[ref name=”ekologi”] Hutagalung RA. 2010. Ekologi Dasar. Jakarta. Hlm: 20-27.[/ref]  Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya. [ref name=”wiki”]Wikipedia, Ensiklopedi Bebas[/ref]

Dengan pengertian di atas, dalam Ekologi kita dapat melihat secara keseluruhan cakupan-cakupan yang masuk dalam Lingkungan Hidup kita. Lingkungan Hidup tidak boleh kita terjemahkan pada satu ekosistem saja. Tetapi kita harus melihat secara keseluruhan jagat raya ini sebagai Lingkungan Hidup. Lingkungan Hidup sanggup memberikan kepada kita simbol-simbol kehadiran Allah. Simbol-simbol itu dapat membantu kita dalam usaha mendekatkan diri kepada Dia sang Pencipta.

Hubungan Liturgi dan Ekologi pada pendalaman tema BLN 2011 lebih menekankan Lingkungan Hidup sebagai Sarana Berliturgi yang baik dan berkenan kepada Allah. Simbol-simbol yang disediakan oleh alam seperti air, bunga, pohon, batu dan lain sebagainya merupakan sarana bagi kita untuk melihat kehadiran Allah dalam karya penyelamatan. Sebagai contoh: air adalah sebagai tanda mutlak dalam “Sakramen Pembabtisan”. Bila anda dibaptis dengan air yang tidak bersih dan kena polusi, apakah anda bisa melihat kehadiran Allah dalam air tersebut? Jawabannya pasti “tidak” bukan?

Sama halnya dengan simbol-simbol alam yang lainnya. Bila simbol-simbol tersebut rusak, kotor, bahkan jorok dan tidak layak menurut pandangan kita manusia, bagaimana mungkin simbol-simbol tersebut sanggup membawa kita dalam suasana bersatu dengan Allah. Bila bunga-bunga yang menghiasi Altar disusun dalam bunga-bunga imitasi, bunga plastik, bagaimana kita dapat mengatakan bahwa ciptaan Allah itu indah dan segar?

Kalau demikian, apakah umat Kristiani harus menyembah batu atau air, karena Allah ada disana? Tidak demikian. Manusia religius tidak menyembah batu atau pohon sebagai yang Kudus, tetapi manusia religius harus sanggup melihat bahwa batu atau pohon itu memanifestasikan yang Kudus.[ref name=”buku”]Bahan Katekese Liturgi, Bulan Kitab Suci Nasional 2011, hal. 11[/ref]

Pendalaman Bulan Liturgi Nasional 2011, mengajak seluruh umat memperhatikan lingkungan hidup karena di dalam lingkungan hidup Allah pun tinggal. “Jagat raya merupakan jejak kaki Allah, yang menandakan kehadiran Allah di antara manusia”.[ref name=”bona”]St. Bonaventura, Pengikut St. Fransiskus dari Assisi[/ref]

Dengan pengantar singkat di atas, mari kita mendalami lagi Liturgi dan Ekologi melalui pertanyaan berikut:

  1. Ketika Allah menciptakan langit dan bumi beserta isinya, apakah yang ditugaskan Allah bagi manusia?
  2. Sebutkan beberapa contoh kerusakan lingkungan hidup yang terjadi di sekitar lingkungan anda?
  3. Apa yang dapat kita lakukan untuk ikut serta dalam menciptakan lingkungan hidup yang bersih dan sehat?
  4. Apakah lingkungan hidup yang kita diami saat ini mampu mengantar kita untuk menyadari kehadiran Tuhan dalam alam ciptaan-Nya?
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Most Popular

To Top