Frame

Menanggapi dan Mewujudkan Panggilan Tuhan

Perjalanan iman Abraham ditampilkan kepada kita secara khusus pada bulan Kitab Suci Nasional ini agar menjadi model bagi setiap kita. Sama seperti Abraham dipanggil dan diberi janji akan menjadi berkat bagi segala bangsa, kita juga dipanggil dan diberi janji oleh Allah untuk menjadi berkat bagi sesama kita. Bagaimana kita menanggapi dan mewujudkan panggilan serta janji Allah itu?

Hal yang paling pertama adalah iman. Karena iman Abraham berani menanggapi panggilan Allah dan menerima janji yang diberikan kepadanya. Iman artinya berani meloncat ke dalam ketidak pastian, karena yakin Allah tidak pernah berbohong dan dalam Allah ada kepastian. Dan karena yakin Abraham hidup seolah sudah menerima apa yang dijanjikan. Ia hidup dalam harapan akan pemenuhan janji itu. Harapan berarti menanti dengan pasti. Abraham menanti dengan pasti akan mendapatkan apa yang dijanjikan. Meskipun tidak segera terpenuhi, Abraham tetap menanti penuh kepastian. Sedikitpun ia tidak merasa kecewa dan putus asa. Dan sekalipun tidak ada dasar untuk percaya dan berharap, karena ia dan isterinya Sara sudah lanjut usia, ia tetap percaya dan berharap juga. Itu sebabnya ia akhirnya mendapatkan apa yang ia percaya dan harapkan.

Iman merupakan tuntutan utama agar dapat menanggapi dan mewujudkan panggilan dan janji Allah. Kita dipanggil Allah dan dijanjikan untuk menjadi berkat bagi orang lain. Pertama-tama menjadi berkat bagi keluarga kita masing-masing dan Lingkungan kita. Untuk itu seperti Abraham kita harus meninggalkan “negeri” kita yang boleh dikatakan simbol dari “ego” kita yang memberi kita rasa nyaman, enak, senang dan lain sebagainya.

Memang tidak mudah meninggalkan “ego” kita, karena semua orang pasti mau hidup enak dan kalau perlu tanpa pengorbanan. Kita butuh iman yang memberi kekuatan pendorong sehingga kita berani tinggalkan ego dan siap berkorban. Kita yakin akan kepastian janji Allah bagi kita.bahwa hidup kita pasti diberkati Allah (dalam berbagai wujud sep. kesehatan) dan kita menjadi berkat bagi sesama kita. Iman menjadi dasar untuk berharap bahwa janji itu pasti terpenuhi. Semoga!**P. Alex Dato’ L., SVD

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Most Popular

To Top