Kesehatan

Narkoba: Dampak dan Strategi Penanggulangannya

Narkoba telah menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Orang tua memiliki kecemasan tinggi terhadap keadaan ini, takut kalau anak-anak mereka terpengaruh untuk menggunakan narkoba. Oleh karena itu, melalui organisasi dan juga lembaga-lembaga sosial lainnya dalam masyarakat, yang menjadi pemerhati keadaan ini menyelenggarakan seminar penanggulanan narkoba di kalangan remaja usia sekolah.

Dua hari yang lalu, Seminar Penanggulangan Penggunaan Narkoba dilaksanakan di Aula Serba Guna Tjilik Riwut Palangka Raya (03/02/2015) yang ditujukkan untuk anak sekolah. Seminar ini dihadiri oleh anak sekolah tingkat SLTP dan SLTA, Guru-guru dan beberapa orang tua.

Dampak Narkoba 

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa saya sarikan dari materi yang disampaikan. Saya golongkan dalam dua kelompok, yakni Dampak Narkoba dan Strategi Penanggulangannya. Dampak Narkoba menurut penuturan pemateri adalah sebagai berikut:

Terhadap Pribadi Pengguna

Narkoba akan mengalami beberapa perubahan kepribadian secara drastis. Kalau sebelumnya sebagai pribadi yang ceria, akan berubah menjadi pemurung dan tidak ada gairah hidup. Sikap masa bodoh dan tidak peduli terhadap situasi apa pun akan mendominasi. Semangat kerja turun. Tidak ada kontrol diri sehingga gampang untuk terjerumus dalam menikmati seks bebas. Menjadi pemalas dan tidak sayang pada diri sehingga dengan gampang melakukan hal-hal buruk terhadap diri sendiri.

Terhadap Keluarga

Untuk memenuhi kebutuhan mendapatkan narkoba, seorang yang sudah kecanduan tidak segan mencuri dalam keluarga sendiri. Dengan menggunakan narkoba sendiri, pelaku telah mencemarkan nama baik keluarga terutama karena tidak ada lagi kontrol moral yang bisa dipahami. Tentu saja, tidak bisa diharapkan untuk menuntut sopan santun dan etika. Penghargaan kepada anggota keluarga, orang tua sendiri tidak ada bahkan lebih sering, pengguna narkoba menjadi pembangkang bagi orang tuanya.

Terhadap Masyarakat

Tidak malu untuk melakukan hal-hal yang tidak pantas terhadap orang lain. Bahkan, pengguna narkoba bisa juga menjadi bahaya yang ditakuti oleh masyarakat, terutama bila kejahatan yang dilakukan dapat membahayakan jiwa. Perampokan dan premanisme adalah perbuatan-perbuatan yang sering mereka lakukan dalam kelompok. Mereka sering mengganggu ketertiban umum, terlibat dalam perkelahian dan bahkan dalam berlalu-lintas, mereka lebih sering menjadi pemicu terjadinya kecelakaan lalu-lintas.

Strategi Penanggulangan 

Ada beberapa strategi yang disampaikan oleh pemateri dalam menanggulangi penggunaan narkoba.

  1. Preemtive, yaitu pencegahan dini. Jangan pernah memberi peluang untuk narkoba menguasai kehidupan. Berhubungan dengan strategi pertama ini, saya teringat satu petuah orang tua yang hidup di daerah saya (Nias) yang berbunyi begini: fangago mböröta wamelai, famelai mböröta wangusu, fangusu mböröta wa’ato’ölö. Kalau diterjemahkan secara lugas: mencium adalah awal untuk mencicipi, mencicipi adalah awal untuk menggigit, menggigit adalah awal kerusakan karena ketagihan. Jadi, peluang untuk menggunakan narkoba jangan pernah dibangun, sedetik pun, jangan. 
  2. Preventive, kerja sama untuk mencegah produksi narkoba. Masyarakat harus bekerja sama untuk mengawasi orang-orang yang berusaha untuk memproduksi hal-hal yang dapat menimbulkan kecanduan. 
  3. Represive, penegakan hukum. Perlu ditindak secara hukum mereka yang telah berusaha menjadi pemroduksi dan pengedar narkoba itu sendiri. Sudah sangat banyak modus yang digunakan oleh para pelaku dalam mengedarkan narkoba. Sasaran mereka lebih banyak pada anak remaja usia sekolahan. Oleh karena itu, masyarakat diajak untuk bekerja sama menjadi pengawal bagi anak-anak dan remaja agar tidak terjerumus dalam menggunakan narkoba. 
  4. Treatment/Rehabilitasi, adalah upaya untuk menolong dan merehabilitasi korban. Banyak pihak yang harus dilibatkan di sini. Dokter, psikolog bahkan penegak hukum juga harus terlibat dalam memberikan efek jera dalam konteks penyembuhan sang korban. 

Seminar yang dihadiri oleh kurang lebih 600 pelajar dan 200 orang guru dan orang tua ini diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk penanggulangan terhadap narkoba. Penanggulangan yang dimaksud adalah memberikan pengertian dan pemahaman terhadap bahaya narkoba sehingga setiap yang hadir terdorong untuk menjadi penyelamat bagi yang lain. Bila setiap peserta seminar bersedia menyelamatkan satu orang, maka dengan angka di atas tadi, sudah 800 orang yang bisa diselamatkan. Semoga bermanfaat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Most Popular

To Top