Berita

Pembinaan dan Pengembangan Musik Liturgi Agama Katolik Se-Keuskupan Palangka Raya

Tradisi musik Liturgi dalam Gereja Katolik telah berkembang berabad-abad, berakar dari budaya bangsa-bangsa yang dirumuskan dalam bentuk: amsal, sajak, mazmur, nyanyian rohani, dan kidung pujian. Perkembangan musik Liturgi mencapai puncaknya didukung Para Bapa Gereja dan komponis-komponis besar dalam sejarah, dan diakui mewarnai perkembangan seni musik universal.

Tradisi musik Liturgi dimaksud merupakan kekayaan Gereja Universal yang tinggi nilainya, terutama karena nyanyian-nyanyian kudus dapat mengungkapkan doa dan pujian secara lebih semarak, memupuk kesatuan umat, dan memperkaya upacara kudus dengan kemeriahan yang lebih agung, sehingga merupakan bagian mutlak dan integral dari perayaan Liturgi Suci. Oleh karena karena itu Gereja mengakui, memelihara dan berusaha mengembangkan semua bentuk kesenian sejati dan memasukkannya ke dalam Ibadat Ilahi dan mengajak para seniman agak hendaknya diresapi semangat Kristiani dan merasa diri terpanggil untuk mengolah musik suci dan menambah perbendaharaannya, serta lagu-lagu yang benar-benar menampilkan ciri musik suci untuk dinyanyikan oleh paduan suara dalam perayaan-perayaan Liturgi.

Pelestarian dan pengembangan musik liturgi perlu diarahkan bagi pembinaan iman umat untuk menjadikan kehidupan bersama sebagai perwujudan Liturgi itu sendiri. Dalam kesemarakannya, liturgi didasari pada penghayatan nilai-nilai kristiani dan panggilan kerasulan secara luas, yakni dengan mengembangkan liturgi perayaan menjadi liturgi kehidupan, agar Warta Ilahi tentang keselamatan dan cinta kasih dikenal dan diterima serta semakin menjangkau semua orang dari segala zaman di seluruh dunia dengan cara yang menggembirakan. Untuk itu Musik Liturgi Gereja perlu dilestarikan dan dikembangkan pula dalam semangat inkulturatif sesuai kekayaan khasanah budaya lokal dengan melibatkan dan memberdayakan secara luas dan terorganisir segenap potensi umat dalam keberagamaannya, sehingga menjadikannya sebagai perwujudan iman secara lebih nyata.

Harapan untuk mengembangkan musik Liturgi di wilayah Keuskupan Palangka Raya secara khsusus, perlu diwujudkan melalui kegiatan pembinaan dan pengembangan yang tanggungjawab pengelolaannya diemban oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan PESPARANI Katolik (LP3K), dengan berdasar pada Surat Keputusan (SK) Uskup Palangka Raya Nomor: 1/LP3K/IV/15/SK/USKUP/LP3K/PKY/III/2015. Sejalan dengan itu, pada 04 s.d. 06 November 2016 yang baru lalu, LP3K menyelenggarakan kegiatan pembinaan dan pengembangan musik liturgi Katolik bagi peserta yang berasal dari 23 paroki yang ada di Keuskupan Palangka Raya. Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama LP3K dan Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantah Tengah sebagai wujud kerja sama antara Gereja Katolik dan Pemerintah.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari itu dilaksankan di Wisma Unio Keuskupan Palangka Raya, Jl. Bandeng Induk No. 4 Palangka Raya. Peserta yang hadir sebanyak 43 orang dan merupakan utusan dari paroki-paroki yang ada di Keuskupan Palangka Raya. Kegiatan dibuka dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RP. I Ketut Adihardana, MSF.

Pembinaan dan Pengembangan Musik Liturgi ini berlangsung dengan baik dan diisi dengan berbagai materi dari narasumber yang telah diundang oleh Panitia Penyelenggara. RP. I Ketut Adihardana, MSF menyampaikan beberapa hal tentang peranan musik dalam liturgi dan Ekaristi. RP. Antonius Garingsingan, MSF menyampaikan materi tentang sejarah musik liturgi, perkembangan dan teknik menjadi pelayan musik liturgi. Dr. F.X. Manesa, M.Pd selaku Ketua LP3K Keuksupan Palangka Raya memperkenalkan LP3K dan beberapa prgoram kerja yang harus dilaksanakan di masa mendatang. Drs. Wilhelmus Y. Ndroa, M.Pd, Pembias Katolik Kanwil Kemenag  Provinsi Kalimantan Tengah menyampaikan informasi tentang keberadaan LP3K di tingkat nasional. Pada kesempatan ini beliau juga menyampaikan bahwa LP3K harus mempersiapkan personil yang akan diutus pada kegiatan PESPARANI tingkat nasional yang akan dilaksanakan pertama kalinya di Keuskupan Ambon tahun 2018 yang akan datang.

Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan Perayaan Ekaristi oleh RP. Antonius Garingsingan, MSF, dilanjutkan dengan foto bersama. Semoga dengan kegiatan ini, para peserta yang hadir dapat menjadi pelayan musik liturgi di parokinya masing-masing. Bahkan diharapkan, mereka akan menjadi pelatih bagi umat yang lain sehingga keberadaan music liturgi tetap terpelihara sesuai dengan anjuran Gereja Katolik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top