Januari 2017

Peringatan Wajib St. Basilius Agung dan Gregorius dari Nazianze

2 Januari 2017,  Peringatan Wajib St. Basilius Agung dan Gregorius dari Nazianze

Bacaan I: 1Yoh. 2:22-28;
Mazmur Tanggapan: Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4;
Injil: Yoh. 1:19-28.
Bacaan Offisi: Kol 2:16-2:3.

Hari ini kita diajak untuk menjadi rendah hati dalam menjalankan tugas dan panggilan kita. Kita merupakan utusan untuk mewartakan Kerajaan Allah. Oleh karena itu, dalam menjalankan tugas kita, kita harus membiarkan Sang Pengutus kita lebih besar dan kita menjadi lebih kecil. Hal ini sangat jelas disampaikan kepada kita melalui kesaksian Yohanes Pembaptis.

“Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.”

Yohanes Pembaptis sudah lebih dulu terkenal sebelum Yesus. Namun, Yohenes tetap rendah hati dan mengakui bahwa dia hanya mempersiapkan jalan bagi-Nya. Yohanes tidak mewartakan dirinya tetapi mewartakan Dia yang telah mengutusnya.

Refleksi

Godaan besar bagi manusia adalah ingin diakui, ingin dikenal, ingin disebut sebagai tokoh. Godaan ini sering membuat manusia lupa akan tugas perutusannya. Terkadang lupa untuk mewartakan Dia yang telah mengutus karena lebih banyak mewartakan diri sendiri.

Teladan Yohanes Pembaptis menjadi contoh yang sangat layak menjadi permenungan kita. Biarlah kita semakin kecil asalkan Dia semakin besar.

Tujuan khusus kita adalah membawa Kristus ke rumah-rumah, ke jalan-jalan di kawasan kumuh di antara kaum miskin yang sakit, sekarat, para pengemis, dan anak-anak jalanan yang masih kecil. Mereka yang sakit akan dirawat sedapat mungkin di rumah miskin mereka. Anak-anak kecil akan bersekolah di kawasan kumuh. Pengemis akan dicari dan dikunjungi sampai ke lubang-lubang mereka di luar koa atau di jalanan. (MISI Mother Teresa). 
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top