Januari 2017

Pesta Pembaptisan Tuhan

9 Januari 2017

Bacaan I: Yes. 42:1-4,6-7;
Mazmur Tanggapan: Mzm. 29:1a-2,3ac-4.3b,9b-10;
Bacaan II: Kis. 10:34-38;
Injil: Mat. 3:13-17.
Bacaan Offisi: Yes 42:1-8; 48:1-9

Injil hari ini membawa kita pada pertanyaan dan sekaligus menjadi pendalaman iman kita akan Kristus yang baru saja kita rayakan kelahirannya. Pertanyaan sederhana yang mungkin sulit kita jawab adalah pertanyaan-teologis yang umumnya berkisar pada pertanyaan, “Mengapa Yesus perlu dibaptis oleh Yohanes? Jika dia tidak perlu dibaptis oleh Yohanes, mengapa dia tunduk kepada baptisan Yohanes?

Baptisan Yohanes adalah baptisan pertobatan. Hal ini berulang kali dijelaskan di dalam Perjanjian Baru. Ketika seseorang bertobat atas dosa- dosanya, setelah mendengar pemberitaan Yohanes tentang Kerajaan Allah, maka orang itu akan dibaptis sebagai tanda pembersihannya. Tanda bahwa dia telah diampuni oleh Allah dan telah dibersihkan dari dosa- dosanya.

Pertanyaan yang timbul adalah, “Yesus tidak berdosa, mengapa dia memberi diri untuk dibaptis?” Mengapa dia perlu dibaptis? Jika dia tidak butuh dibaptis karena tidak ada dosa untuk dipertobatkan, lalu mengapa dia menerima baptisan ini? Inilah persoalan yang  akan membawa kita ke dalam suatu diskusi teologi yang sangat dalam.

Dalam Injil hari ini dijawab secara tegas dan jelas oleh Yesus. “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Yang sedang ditunjukkan di sini adalah bahwa Kehendak Allah harus menjadi pertama dan terutama terlaksana.

Refleksi

Kehendak Allah harus terlaksana. Lagi-lagi, peristiwa pembaptisan Yesus mengajarkan kita kerendahan hati. Dialog antara Yohanes dan Yesus menunjukkan kerendahan hati itu. Dengan rendah hati, Yesus, yang berasal dari surga, tidak berdosa, tunduk dan memberi diri dibaptis oleh seorang manusia yang tidak luput dari dosa. Di sisi lain, Yohanes yang menyadari kerendahannya, ditinggikan oleh Allah, dan harus membaptis Tuhan.

Dunia mempunyai batas-batasnya, tetapi kebodohan manusia tidak ada batasnya. (Gustave Flaubert)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top