Januari 2017

Sing Bener Durung Mesti Pener

(Pembukaan Pekan Doa Sedunia: Doa Untuk Persatuan Umat Kristen)

Ibr 7:1-3.15-17, Mrk 3:1-6

Hari sabat kembali menjadi kontroversi antara Yesus dan orang Farisi. Sabat adalah hari ketujuh dalam satu pekan. Pada hari itulah Allah beristirahat ketika menciptakan dunia. Sabat berarti “istirahat”. Beristirahat untuk pemulihan bagi raga yang enam hari penuh bekerja, namun juga pemulihan bagi jiwa dengan menempatkan waktu yang lebih dalam peribadatan dan doa-doa kepada Allah dari pada hari-hari biasanya.

Walaupun Yesus secara nyata berbuat kasih kebaikan kepada sesama dengan menyembuhkan orang yang mati sebelah tangannya, terkena stroke, tetapi dianggap salah dan melanggar hukum Taurat menurut orang Farisi. Begitu kesalnya orang Farisi karena Yesus berulang kali dianggap melanggar hukum Taurat secara terbuka dan pada akhirnya mereka bersekongkol untuk membunuh Yesus.
Apakah untuk berbuat kasih atau kebaikan ada aturannya? Bagaimana dengan ketulusan kasih jika dalam tindakan nyata kasih itu ada maksud serta tujuan tertentu? Bukankah kasih itu universal dan tidak mengenal sekat-sekat perbedaan satu dengan yang lainnya?

Ada pepatah Jawa mengatakan “Sing bener durung mesti pener” yang artinya sesuatu yang dianggap benar belum tentu cocok-pas bagi kebanyakan orang. Hal ini dimaksudkan bahwa dalam setiap tindakan yang kita lakukan selain diarahkan pada kebenaran juga pada hal yang cocok, pas, cukup, dan sesuai. Lebih ke arah pener. Hal yang baik dan pas menurut kita pun belum tentu itu baik dan benar menurut orang lain. Melakukan kasih dan kebaikan pun diarahkan pada yang pener-nya. Memberikan sedekah pada yang miskin benar adanya, tetapi ketika diberikan di perempatan jalan kepada orang yang meminta-minta maka menjadi tidak pener.

Bukan berarti tindakan Yesus menyembuhkan orang yang stroke ringan tersebut tidak bener dan pener. Justru Yesus mau mem-pener-kan pemahaman keliru dari orang Farisi. Yesus Sang Imam Agung menurut tata imamat Melkisedek senantiasa menghendaki agar hidup kita selalu bener dan pener seturut kehendak-Nya. Ragam peristiwa yang kita alami bisa menjadi cara Yesus yang mau mem-pener¬-kan kehidupan kita. Menyegarkan jiwa kita yang layu dan terutama menyembuhkan segala kelemahan dalam jiwa kita. Tuhan memberkati. Rm. Penta Lima

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Most Popular

To Top