Pojok Keluarga

Tanya Jawab: Kristus adalah Kepala Rumah Tangga

Pertanyaan:

Saya seorang gadis, sekarang berusia 34 tahun, tapi belum berkeluarga. Saya memiliki trauma dalam hidup berkeluarga sehingga membentuk rasa takut yang luar biasa dalam diri saya. Rasa takut tersebut bersumber dari sikap keras ayah saya. Ceritanya begini: Ayah saya seorang agamawan, boleh dikatakan rajin ke gereja dan aktif di kegiatan lingkungan. Ayah saya memperlakukan kami, Ibu, saya dan saudara-saudari saya layaknya seorang raja atau tuan besar memperlakukan hamba-hambanya. Nilai-nilai tradisi budaya kerajaan atau kasta masih terlalu kental dipegang oleh ayahku. Akhirnya kebersamaan kami sangat sedikit. Makan bersama tidak ada. Kalau waktu makan, kami semua tidak boleh makan kalau ayah belum makan duluan. Dominannya, ayah punya tempat kehormatan di rumah, di mana kami semua tidak boleh ada di situ. Hal inilah yang membentuk rasa takut dalam hidupku. Melihat keadaan rumah tangga kami seperti ini, rasa takut bertemu dengan orang pun terbentuk secara pelan-pelan dalam diri saya. Alasan utamanya adalah rasa malu karena keluarga Kristen lainnya tidak seperti keluarga kami, meskipun berasal dari tradisi budaya yang sama. Kalau dalam iman Katolik dikatakan bahwa Kristuslah Kepala Rumah tangga, apakah dalam rumah tangga seperti saya gambarkan di atas, kami sudah membiarkan Kristus menjadi kepalanya? Mengapa kami terbentuk oleh rasa takut yang luar biasa, bukan rasa hormat dan rasa segan pada sosok ayah yang kami miliki?

AA dari Lingk. St. Sisilia

Jawaban:

AA, kami sangat mengerti permasalahan anda. Rasa takut yang terbentuk sejak kecil bukanlah hal gampang untuk dihilangkan. Tentu membutuhkan perjuangan keras untuk menghilangkannya, dan biasanya melalui konsultasi dan bimbingan serta pendampingan secara psikologi dapat membantu. Hidup keluarga masing-masing orang tentu memiliki pola yang berbeda-beda. Ada keluarga yang feodalistik, ada juga yang egaliter. Dan ini sangat dipengaruhi oleh tradisi budaya di mana kita berasal.

Apakah Kristus sudah menjadi Kepala Rumah Tangga anda? Kairos menjawab seperti ini: Bukan karena rajin ke gereja atau aktif dalam doa lingkungan yang membuat secara otomatis Kristus hadir sebagai Kepala Rumah Tangga. Cara kita menghidupi nilai-nilai Injil dan pesan-pesan Kristus dalam hidup sehari-hari, terutama dalam keluarga sebagai Gereja basis, itulah yang menunjukkan seberapa besar peranan Kristus menjadi Kepala Rumah Tangga.

Seharusnya, keluarga Katolik tidak boleh didominasi oleh tradisi kerajaan yang sudah ada ratusan tahun yang lalu. Keluarga Katolik harus didominasi oleh tradisi baru yakni tradisi keluarga Katolik. Keluarga Katolik harus bahagia seluruhnya. Ayah dan Ibu tidak boleh mendominasi anak, demikian pula sebaliknya. Walaupun seorang Ayah berasal dari keturunan Raja, dalam garis keturunan tradisi, dalam Kristus, tidaklah berlaku hal seperti itu. Keluarga Katolik harus menjadikan Keluarga Kudus Nazaret menjadi teladan. Nilai-nilai Kristiani sebagai pengikut Kristus lebih terlihat di sana.

Untuk AA, buanglah rasa takut yang sekarang ini ada. Bukalah diri dan bergaul dengan orang seperti lazimnya orang percaya. Berdoalah agar kamu kuat sebelum kamu mendapatkan trauma baru. Kami curiga, karena rasa malu bergaul dengan yang lain, itu yang membuat AA tidak bertemu dengan pasangan yang siap menjadi teman hidup AA. Dan berdoa juga untuk ayah, agar menyadari bahwa pola yang dihidupi selama ini tidak sesuai dengan polah hidup Keluara Katolik. Kelurga Katolik harus didominasi oleh Kristus sebagai Kepala Keluarga. Dalam keluarga itu, tidak ada batas-batas kasih, cinta yang menjadi benteng pembuat jarak antara suami dan istri, ayah dengan anak, dan lain sebagainya. Dalam Kristus, haruslah semua bahagia. Tidak ada yang merasa tertekan dan tidak ada yang merasa sebagai tuan besar. Walaupun secara lahiriah anak harus menghormati orang tua, tapi ingat, rasa hormat beda dengan rasa takut.

Semoga jawaban kami bisa membantu. Kami sarankan, AA harus memilih pembimbing rohani yang tepat agar rasa takut yang terbentuk sejak lama itu bisa dihilangkan, walaupun tidak seratus persen. Salam damai. **Kairos

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Most Popular

To Top